Perempuan dalam Lukas 7:36–50: Analisis Hermeneutik Naratif dalam Perspektif Teologi Feminis

Penulis

  • Nurita Saragih Sekolah Tinggi Agama Kristen Luwuk Banggai Penulis
  • Alfrida Baramuli Sekolah Tinggi Agama Kristen Luwuk Banggai Penulis

Kata Kunci:

Injil Lukas, Lukas 7:36–50, Perempuan dalam Alkitab, Teologi feminis, Yesus

Abstrak

Penelitian ini bertujuan menganalisis narasi perempuan dalam Lukas 7:36–50 melalui pendekatan hermeneutik naratif dalam perspektif teologi feminis untuk memahami makna teologis dari tindakan perempuan tersebut dalam relasinya dengan iman, pengampunan, dan keselamatan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan eksegesis biblika yang menelaah konteks historis, struktur naratif, serta analisis teks Yunani dan beberapa terjemahan Alkitab untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif terhadap makna teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa narasi ini menampilkan kontras antara religiusitas formal yang diwakili Simon, orang Farisi, dan iman autentik yang ditunjukkan oleh perempuan berdosa melalui tindakan kasih dan pertobatan. Perempuan dalam kisah ini tidak hanya digambarkan sebagai penerima pengampunan, tetapi juga sebagai subjek iman yang aktif yang merespons kasih karunia Allah. Temuan ini menegaskan bahwa dalam teologi Injil Lukas, relasi dengan Allah ditentukan oleh respons iman terhadap anugerah, sekaligus menempatkan perempuan sebagai teladan iman dalam narasi keselamatan.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Biografi Penulis

  • Nurita Saragih , Sekolah Tinggi Agama Kristen Luwuk Banggai

    Dosen Sekolah Tinggi Agama Kristen Luwuk Banggai

  • Alfrida Baramuli, Sekolah Tinggi Agama Kristen Luwuk Banggai

    Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Kristen Luwuk Banggai

Referensi

Abisha, C., & Pardosi, M. (2024). Pandangan Alkitab mengenai peran perempuan dalam gereja: Analisis kata authentein dalam teks 1 Timotius 2:12. Ezra Science Bulletin, 2(1A), 46–54. https://doi.org/10.58526/ez-sci-bin.v2i1a.104

Adiatmo, K., & Simon. (2024). Strategi komunikasi Yesus dengan perempuan Samaria menurut Yohanes 4:7–26 dan implikasinya dalam pengajaran Injil kontemporer. JUITA, 1(1), 1–10. https://doi.org/10.69668/juita.v1i1.2

Akijuwen, A. (2026). The decline and transformation of Nestorian Christianity in China: Analyzing the sociopolitical factors behind its fall. Asia Christian Studies Journal (ACSJ), 1(1).

Akijuwen, A., & Pd, M. (2024). Qnoma and hypostasis: A comparative study of Aramaic and Greek Christological terminology. Journal of the Institute for Biblical Aramaic Studies.

Anita Toar Andre Akijuwen, T. (n.d.). Memahami Tuhan: pendekatan filosofis dan teologis terhadap yang ilahi. Journal of the Institute for Biblical Aramaic Studies, 1.

Anita Toar Andre Akijuwen, T. (2025). Theology of climate change: A Christian perspective on environmental ethics and global responsibility. 1(1).

Anita Toar, T., & Amtiran, M. A. (2024a). Comparative exegesis of the Lord’s Prayer in the Peshitta and Greek texts: A hermeneutical analysis of semantic variations. Journal of the Institute for Biblical Aramaic Studies, 1(1).

Anita Toar, T., & Amtiran, M. A. (2024b). Exploring theological diversity: The impact of Alexandrian and Antiochian schools on early Christian doctrine. Journal of the Institute for Biblical Aramaic Studies.

Dias, N., Talaway, H., & Hukubun, M. (2020). Perceraian dan perzinahan: Pendekatan tafsir feminis terhadap Matius 5:27–32. Arumbae, 2(1), 74–90. https://doi.org/10.37429/arumbae.v2i1.426

Fafo, J. A. (2020). Bukti keilahian Yesus menurut Injil. https://doi.org/10.31219/osf.io/v3ftx

Gultom, O. H. (2016). Globalisasi dan keberagamaan di Asia: Pemikiran Kwok Pui-Lan, teologi poskolonial feminis Asia. Gema Teologika, 1(1), 73. https://doi.org/10.21460/gema.2016.11.212

Hetharie, Y. M. (2023). Saling menghormati di dalam kasih Kristus. Caraka, 4(1), 92–111. https://doi.org/10.46348/car.v4i1.115

Kasida, A., & Runggang, A. (2021). Mitos dalam kitab Injil: Evaluasi terhadap kritik Alkitab. https://doi.org/10.31219/osf.io/zp259

Kolimon, M., & Ataupah, F. N. (2025). Menenun persekutuan yang kudus. Indonesian Journal of Theology, 13(1), 1–23. https://doi.org/10.46567/ijt.v13i1.611

Kurnia, J. A. P. (2020). Tujuan Alkitab dalam kehidupan kita. https://doi.org/10.31219/osf.io/c7xdz

Lena, I. U. K., Setyawan, Y. B., & Tampake, T. R. C. (2024). Dapatkah Tamar berbicara? Kajian hermeneutik poskolonial feminis terhadap 2 Samuel 13:1–22. Kenosis, 10(1). https://doi.org/10.37196/kenosis.v10i1.1047

Lombogia, R. A. A. P., Mundung, A., & Lumentah, H. (2024). Tanggung jawab gereja terhadap perempuan korban KDRT. Theosebia, 1(1), 29–42. https://doi.org/10.70420/6nbtbp60

Melianus, M. (2021). Peran penting perempuan dalam gereja di dalam Alkitab. https://doi.org/10.31219/osf.io/n37rp

Nesimnasi, R., et al. (2024). Exegesis of the word parthenos in Isaiah 7:14: A theological analysis. Journal of the Institute for Biblical Aramaic Studies, 1.

Nggebu, S., & Buyung, R. (2025). Dinamika Roh Kudus dalam implementasi amanat agung Yesus Kristus. Excelsis Deo, 9(1), 49–63. https://doi.org/10.51730/ed.v9i1.217

Norpi. (2020). Peran orang tua dalam menerapkan pola asuh kepada anak berdasarkan Alkitab. https://doi.org/10.31219/osf.io/54jcm

Ora, T. N., & Ludji, I. M. (2024). Kritik etika Kristen feminis atas praktik adat. Kharisma, 5(1), 88–103. https://doi.org/10.54553/kharisma.v5i1.191

Pakiding, P. A. (2020). Teologi feminis: pembongkaran patriarki oleh kaum feminis di Asia. https://doi.org/10.31219/osf.io/9u3bv

Panieri, G., et al. (2026). Extreme25 expedition report. Septentrio Reports, 1. https://doi.org/10.7557/7.8619.

Parengkuan, S. G. C. (2023). Menafsirkan kisah Lea dalam Kejadian 29:16–35 dari perspektif feminis. Sophia, 4(2), 103–119. https://doi.org/10.34307/sophia.v4i2.170

Patty, B. A. (2024). Doa Ibu Kami: Kajian Kristologi Feminis. Kenosis, 9(2). https://doi.org/10.37196/kenosis.v9i2.717

Pranoto, M. M. (2018). Selayang pandang teologi feminis dan metode berteologinya. Jurnal Abdiel, 2(1), 1–18. https://doi.org/10.37368/ja.v2i1.57

Pratiwi, C. E. (2022). Teologi feminis perspektif Ali Syari‘ati. Paradigma, 3(1). https://doi.org/10.15408/paradigma.v3i01.27365

Randan, S. N., et al. (2021). Yesus dan teknik komunikasi publik: Ulasan apologetis. https://doi.org/10.31219/osf.io/ebhzx

Rosnaminarti, R., Putri, E. S., & Algita, N. (2023). Studi hermeneutik feminis terhadap kisah Abigail. Sabda, 4(2), 119–132. https://doi.org/10.55097/sabda.v4i2.90

Tamba, T. (2021). Yesus Inang Tuak: Kajian Kristologis Postkolonial Feminis. Arumbae, 3(2), 176–200. https://doi.org/10.37429/arumbae.v3i2.705

Tendenan, V. M. R. M. (2021). Interseksionalitas pengalaman perempuan Toraja. BIA, 4(2), 238–259. https://doi.org/10.34307/b.v4i2.287

Verdianto, Y. (2020). Hermeneutika Alkitab dalam sejarah. Mitra Sriwijaya, 1(1). https://doi.org/10.46974/ms.v1i1.2

Wibowo, W. S. (2021). Yesus sejarah atau Kristus iman? Gema Teologika, 6(1), 51. https://doi.org/10.21460/gema.2021.61.631

Wospakrik, M. (2025). Perempuan dalam teologi Kristen: Perspektif feminis. MURAI, 6(2), 159–166. https://doi.org/10.58983/jmurai.v6i2.199

Yusuf, E. G. A., Sugiharto, A., & Iyai, F. G. (2024). Tanggapan iman Kristen terhadap teologi feminis. Teokristi, 3(2), 154–171. https://doi.org/10.38189/jtk.v3i2.858

Unduhan

Diterbitkan

2026-03-30

Cara Mengutip

Perempuan dalam Lukas 7:36–50: Analisis Hermeneutik Naratif dalam Perspektif Teologi Feminis. (2026). Phos Φ, 2(1), 69-80. https://journal.ibas.us/index.php/Phos/article/view/68

##plugins.generic.shariff.share##

Artikel Serupa

11-17 dari 17

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.