Komunikasi antar budaya dalam krisis global: Respon pemerintah Jepang dan Amerika Serikat terhadap pandemi COVID-19
Isi Artikel Utama
Abstrak
Penelitian ini mengkaji komunikasi antar budaya dalam merespons krisis global, dengan fokus pada respons pemerintah Jepang dan Amerika Serikat terhadap pandemi COVID-19. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan desain studi kasus komparatif, penelitian ini menganalisis perbedaan dalam strategi komunikasi krisis yang diterapkan oleh kedua negara. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi dan analisis media untuk mengidentifikasi tema-tema utama dalam pesan kesehatan yang disampaikan oleh pemerintah dan media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya kolektivistik Jepang lebih mendukung kepatuhan sosial, sementara budaya individualistik Amerika Serikat cenderung mengedepankan kebebasan pribadi, yang berpengaruh pada respons masyarakat terhadap kebijakan kesehatan. Pendekatan komunikasi yang berbasis budaya ini memperkuat diplomasi kesehatan global, dengan Jepang berhasil memperkuat reputasinya, sementara Amerika Serikat memanfaatkan diplomasi vaksin untuk memulihkan citranya di panggung internasional.
##plugins.themes.bootstrap3.displayStats.downloads##
Rincian Artikel
Bagian

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Karya yang diterbitkan dalam jurnal ini dilisensikan di bawah Lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 Internasional (CC BY-NC-SA 4.0). Ini berarti bahwa:
-
Atribusi (BY): Anda bebas untuk membagikan, menyalin, mendistribusikan ulang, mengubah, mengadaptasi, dan membangun materi ini dalam medium atau format apapun, hanya untuk tujuan nonkomersial, asalkan Anda memberikan kredit yang sesuai kepada penulis asli, menyediakan tautan ke lisensi, dan menyatakan jika ada perubahan yang dilakukan.
-
Penggunaan Non-Komersial (NC): Anda tidak boleh menggunakan materi ini untuk tujuan komersial. Penggunaan komersial berarti materi tersebut tidak ditujukan terutama untuk keuntungan komersial atau kompensasi moneter.
-
ShareAlike (SA): Jika Anda memodifikasi, meremix, atau mengadaptasi materi ini, Anda harus melisensikan materi yang telah dimodifikasi tersebut dengan ketentuan yang sama, yang berarti adaptasi Anda juga harus dilisensikan di bawah lisensi Creative Commons yang sama (CC BY-NC-SA 4.0).
-
Non-Eksklusivitas: Penulis mempertahankan hak untuk menggunakan karya ini dalam publikasi lain, presentasi, atau penggunaan pribadi, dengan syarat atribusi yang tepat diberikan.
-
Tanpa Pembatasan Tambahan: Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknis yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
-
Pemberi Lisensi: Penulis asli karya ini adalah pemberi lisensi, yang memberi Anda hak-hak yang dijelaskan dalam lisensi ini.
-
Tautan Lisensi: Untuk informasi lebih lanjut mengenai ketentuan lisensi ini, silakan kunjungi Creative Commons