Politik Memori dalam Historiografi Indonesia: Analisis Wacana Kritis atas Penghapusan Narasi Sakiko Kanase pada Era Soekarno

Isi Artikel Utama

Andre Akijuwen, Jr

Abstrak

Penelitian ini bertujuan menganalisis politik memori dalam historiografi Indonesia melalui penghapusan narasi Sakiko Kanase pada era Soekarno serta menjelaskan hubungan antara historiografi, ideologi, dan pembentukan identitas nasional. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis wacana kritis terhadap dokumen historiografi, arsip sejarah, dan narasi resmi negara pada periode Orde Lama. Analisis dilakukan melalui identifikasi strategi diskursif, representasi tokoh, serta mekanisme seleksi dan eksklusi dalam produksi sejarah nasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penghapusan narasi Sakiko Kanase merupakan bagian dari praktik politik memori yang bekerja melalui reduksi representasi, marginalisasi arsip, dan dominasi narasi nasionalistik dalam historiografi resmi. Historiografi era Soekarno berfungsi tidak hanya sebagai rekonstruksi masa lalu, tetapi juga sebagai instrumen legitimasi politik dan kontrol simbolik terhadap memori kolektif masyarakat. Penelitian ini menegaskan bahwa produksi sejarah berkaitan erat dengan relasi kuasa, ideologi negara, dan pembentukan identitas nasional dalam konteks Indonesia pascakolonial.

##plugins.themes.bootstrap3.displayStats.downloads##

##plugins.themes.bootstrap3.displayStats.noStats##

Rincian Artikel

Bagian

Artikel

Biografi Penulis

Andre Akijuwen, Jr, Sekolah Tinggi Theologi IKAT Jakarta

Mahasiswa S2 STT IKAT Jakarta

Cara Mengutip

Politik Memori dalam Historiografi Indonesia: Analisis Wacana Kritis atas Penghapusan Narasi Sakiko Kanase pada Era Soekarno. (2026). Perspektif, 2(1), 105-115. https://doi.org/10.5281/mh6ctf19