Memahami 'Allah' sebagai nama Ilahi: Sebuah studi tentang akar linguistik dan konteks budaya

Penulis

  • Andre Akijuwen, Jr., M.Pd (cad) Sekolah Tinggi Theologi IKAT Jakarta Penulis

Kata Kunci:

Al-Ilah, Allah, Bahasa Arab, Bahasa Semit, Etimologi, Nama Ilahi

Abstrak

Penelitian ini menggali makna linguistik, teologis, dan kultural dari istilah "Allah" dalam konteks Islam dan non-Islam, dengan fokus pada penggunaannya di Indonesia. Istilah "Allah" secara universal diakui sebagai nama Tuhan dalam Islam. Namun, penggunaannya di komunitas agama lain, terutama di kalangan umat Kristen berbahasa Arab, menunjukkan dinamika antaragama dan budaya yang kompleks. Penelitian ini mengkaji ambiguitas yang mengelilingi istilah "Allah" serta perannya dalam identitas keagamaan, dialog antaragama, dan keharmonisan sosial.

Penelitian ini mengadopsi pendekatan multi-metode, yang menggabungkan analisis linguistik, penyelidikan sejarah, wawancara kualitatif, dan studi kasus. Penelitian dimulai dengan analisis linguistik dan sejarah terhadap "Allah" untuk melacak perkembangannya dari masa pra-Islam di Arab hingga peran sentralnya dalam teologi Islam. Wawancara dengan pemimpin agama dan anggota komunitas dari latar belakang Muslim dan Kristen di Indonesia dilakukan untuk memperoleh wawasan mengenai bagaimana "Allah" dipersepsikan dan digunakan dalam praktik spiritual sehari-hari. Penelitian ini juga mencakup studi kasus dari berbagai daerah di Indonesia untuk mengkaji sikap lokal dan dampak penggunaan "Allah" dalam hubungan antaragama.

Temuan penelitian mengungkapkan bahwa meskipun "Allah" merupakan inti dari keyakinan Islam, penggunaannya dalam komunitas Kristen, khususnya di wilayah yang berbahasa Arab, mencerminkan akar linguistiknya daripada kesesuaian teologisnya. Di Indonesia, istilah "Allah" memainkan peran penting dalam membentuk identitas agama dan budaya, namun penggunaannya yang bersifat bersama antara umat Muslim dan Kristen menimbulkan berbagai interpretasi dan potensi konflik. Perbedaan regional dalam menerima istilah "Allah" menyoroti kompleksitas penggunaannya dalam masyarakat multireligius. Penelitian ini menyimpulkan bahwa "Allah" berfungsi sebagai penanda linguistik yang menyatukan sekaligus sebagai sumber ketegangan, tergantung pada persepsinya dalam konteks sosial dan agama yang berbeda.

Penelitian ini memberikan wawasan berharga tentang peran bahasa dalam identitas keagamaan dan dialog antaragama, menawarkan pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana "Allah" berfungsi dalam masyarakat pluralistik Indonesia. Temuan ini berkontribusi pada diskusi yang terus berkembang mengenai toleransi agama dan integrasi budaya di Indonesia.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Biografi Penulis

  • Andre Akijuwen, Jr., M.Pd (cad), Sekolah Tinggi Theologi IKAT Jakarta
    Andre Akijuwen, Jr

    Saat ini sedang menempuh Program Magister Pendidikan Kristen di Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta (STT-IKAT).

Unduhan

Diterbitkan

2025-09-21

Cara Mengutip

Memahami ’Allah’ sebagai nama Ilahi: Sebuah studi tentang akar linguistik dan konteks budaya. (2025). Phos Φ, 1(1), 12-24. https://journal.ibas.us/index.php/Phos/article/view/34

##plugins.generic.shariff.share##

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama