Makna Teologis Istilah “Marya” dalam Matius 1:18–25: Analisis Leksikal pada Teks Syriac Peshitta

Penulis

  • Andre Akijuwen, Jr Sekolah Tinggi Theologi IKAT Jakarta Penulis

Kata Kunci:

Analisis Leksikal, Hermeneutika Alkitab, Marya, Perjanjian Baru, Syriac Peshitta

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna teologis istilah Marya (ܡܪܝܐ) dalam Matius 1:18–25 pada teks Syriac Peshitta melalui pendekatan analisis leksikal. Kajian ini berangkat dari keterbatasan penelitian sebelumnya yang lebih banyak menyoroti aspek leksikografi istilah Marya tanpa mengaitkannya secara khusus dengan konteks naratif dalam Injil. Penelitian menggunakan metode analisis kualitatif dengan pendekatan hermeneutika Alkitab dan analisis leksikal terhadap teks Syriac Peshitta. Data dianalisis dengan menelaah perbedaan bentuk kata Mar, Mara, dan Marya, serta konteks penggunaannya dalam narasi kelahiran Yesus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa istilah Marya memiliki struktur morfologis khusus yang membedakannya dari gelar manusia biasa dan berfungsi sebagai representasi linguistik dari nama ilahi dalam tradisi Syriac. Dalam Matius 1:18–25, penggunaan istilah tersebut menegaskan bahwa peristiwa kelahiran Yesus dipahami sebagai tindakan langsung dari Allah dalam sejarah keselamatan. Temuan ini menunjukkan bahwa bahasa Syriac memainkan peran penting dalam membentuk pemahaman kristologis dalam tradisi Kristen Timur.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Biografi Penulis

  • Andre Akijuwen, Jr, Sekolah Tinggi Theologi IKAT Jakarta

    Mahasiswa Program Studi S2 Pendidikan Agama Kristen (PAK), Sekolah Tinggi Teologi IKAT

Referensi

Aydin, M. P. A. (2022). The exegesis of Syriac church fathers and modern exegesis. In Syriac Theology: Past and Present. Brill. https://doi.org/10.30965/9783657793396_003

Aras, M., Rizk, C., & von Stosch, K. (2023). Syriac theology: Past and present. Brill. https://www.schoeningh.de/downloadpdf/title/60398.pdf

Brock, S. P. (2022). Biblical exegesis in the Syriac tradition. In Syriac Theology: Past and Present. Brill. https://doi.org/10.30965/9783657793396_004

Butts, A. M. (2022). Syriac language and early Christian theology. Hugoye: Journal of Syriac Studies, 25(1). https://doi.org/10.31826/hug-2022-250103

Gzella, H. (2021). Aramaic: A history of the first world language. Eerdmans. https://www.eerdmans.com

Hurtado, L. W. (2003). Lord Jesus Christ: Devotion to Jesus in earliest Christianity. Eerdmans. https://books.google.com/books?id=9Kc3AwAAQBAJ

Hurtado, L. W. (2020). Ancient Jewish monotheism and early Christian devotion. Review & Expositor, 117(1), 151–152. https://doi.org/10.1177/0034637319897631

Kiraz, G. A. (2021). The Syriac New Testament: A philological introduction. Gorgias Press. https://doi.org/10.31826/9781463242359

McVey, K. E. (2020). Ephrem the Syrian: Hymns. Paulist Press. https://www.paulistpress.com

Payne Smith, R. (1879). Thesaurus Syriacus. Oxford University Press. https://archive.org

Porter, S. E. (2021). Linguistic analysis of the Greek New Testament. Baker Academic. https://bakeracademic.com

Sokoloff, M. (2009). A Syriac lexicon. Eisenbrauns. https://www.eisenbrauns.org/books/titles/978-1-57506-099-8.html

Unduhan

Diterbitkan

2026-03-30

Cara Mengutip

Makna Teologis Istilah “Marya” dalam Matius 1:18–25: Analisis Leksikal pada Teks Syriac Peshitta. (2026). Phos Φ, 2(1), 81-88. https://journal.ibas.us/index.php/Phos/article/view/69

##plugins.generic.shariff.share##

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

Artikel Serupa

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.