Dampak Digitalisasi terhadap Pertumbuhan Iman Pemuda GKLB Jemaat Imanuel Asaan: Studi Kualitatif Deskriptif

Penulis

  • Rimon Dadung Sekolah Tinggi Theologi IKAT Jakarta Penulis
  • Andre Akijuwen, Jr Sekolah Tinggi Theologi IKAT Jakarta Penulis

Kata Kunci:

Digitalisasi, GKLB Imanuel Asaan, Media Sosial, Pemuda Gereja, Pertumbuhan Iman

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak digitalisasi terhadap pertumbuhan iman pemuda di GKLB Jemaat Imanuel Asaan serta memahami bagaimana penggunaan media digital memengaruhi keterlibatan pemuda dalam kehidupan persekutuan gereja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara dengan tokoh jemaat, pelayan gereja, dan anggota jemaat serta didukung oleh penyebaran angket kepada 25 responden. Data dianalisis untuk menggambarkan hubungan antara penggunaan media digital dan partisipasi pemuda dalam kegiatan ibadah serta persekutuan gereja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi, khususnya penggunaan media sosial dan akses internet, memengaruhi pola keterlibatan pemuda dalam kegiatan persekutuan gereja. Sebagian besar responden menilai bahwa penggunaan media digital lebih banyak mengalihkan perhatian pemuda dari kegiatan ibadah sehingga partisipasi mereka dalam kehidupan gereja mengalami penurunan. Temuan ini menunjukkan bahwa digitalisasi belum dimanfaatkan secara optimal sebagai sarana pembinaan iman. Oleh karena itu, gereja perlu mengarahkan pemanfaatan media digital secara lebih bijaksana agar dapat mendukung pertumbuhan iman pemuda dalam kehidupan gereja.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Biografi Penulis

  • Rimon Dadung, Sekolah Tinggi Theologi IKAT Jakarta

    Mahasiswa Program Studi S2 Pendidikan Agama Kristen (PAK), Sekolah Tinggi Teologi IKAT

  • Andre Akijuwen, Jr, Sekolah Tinggi Theologi IKAT Jakarta

    Mahasiswa Program Studi S2 Pendidikan Agama Kristen (PAK), Sekolah Tinggi Teologi IKAT

Referensi

Anita Toar, T., & Amtiran, M. A. (2024). Exploring theological diversity: The impact of Alexandrian and Antiochian schools on early Christian doctrine. Journal of the Institute for Biblical Aramaic Studies.

Andreias, T. (2023). Family involvement: Sebuah usaha sinergi orang tua dengan gereja dalam pelayanan kaum muda di era pascapandemi. Veritas: Jurnal Teologi dan Pelayanan, 22(1), 81–96. https://doi.org/10.36421/veritas.v22i1.617

Anoraga, B. (2023). Crowdfunding for inter-faith peace: Youth, networked social movement, and Muslim philanthropy NGOs in contemporary Indonesia. Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies, 13(2), 307–338. https://doi.org/10.18326/ijims.v13i2.307-338

Aprilia, P. (2023). Membangun relasi dalam pendidikan Kristiani intergenerasi. Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika, 6(1), 1–19. https://doi.org/10.34081/fidei.v6i1.338

Baskoro, P., Nugroho, W., & Arifianto, Y. (2024). Pastoral konseling bagi generasi muda yang sedang menghadapi depresi di era disrupsi. Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika, 7(2), 292–307. https://doi.org/10.34081/fidei.v7i2.554

Boiliu, E. (2022). Sumbangsih PAK bagi pertumbuhan iman dan moral kaum muda di era revolusi industri 4.0. Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika, 5(1), 58–74. https://doi.org/10.34081/fidei.v5i1.279

Budhi, M., Wijaya, P., Karyada, I., & Sanjaya, K. (2022). Inovasi integrasi bisnis berbasis gotong royong pada kelompok budi daya ikan air tawar “Banyu Pinaruh” Kabupaten Tabanan. Jurnal Abdi Insani, 9(2), 448–459. https://doi.org/10.29303/abdiinsani.v9i2.554

Budiyana, H., Arifianto, Y., & Purdaryanto, S. (2024). Phubbing dalam perspektif etis teologis: Kajian mereduksi anti sosial dalam masyarakat. Manna Rafflesia, 10(2), 356–370. https://doi.org/10.38091/man_raf.v10i2.405

Butar-Butar, G. (2024). Cyberspace: Peluang dan tantangan teknologi 4.0 serta implementasinya bagi perkembangan gereja. Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika, 7(1), 21–39. https://doi.org/10.34081/fidei.v7i1.491

Dalensang, R., & Molle, M. (2021). Peran gereja dalam pengembangan pendidikan Kristen bagi anak muda pada era teknologi digital. Jurnal Abdiel, 5(2), 255–271. https://doi.org/10.37368/ja.v5i2.189

Darmawan, D., Daud, W., & Sianipar, D. (2023). Metode pembelajaran pendidikan agama Kristen untuk orang dewasa di gereja pada era digital dan pandemi COVID-19. Jurnal Shanan, 7(1), 99–118. https://doi.org/10.33541/shanan.v7i1.4627

Dwiraharjo, S. (2020). Konstruksi teologis gereja digital: Refleksi biblis ibadah online di masa pandemi COVID-19. Epigraphe, 4(1), 1–17. https://doi.org/10.33991/epigraphe.v4i1.145

Emilia, G. (2022). Spiritual formation of senior adult parishioners through the holistic and intergenerational paradigm. Veritas, 21(2), 317–330. https://doi.org/10.36421/veritas.v21i2.590

Ginting, P., & Tarigan, W. (2023). Metode guru sekolah minggu dalam pengajaran doa-doa pokok. Yumary, 4(1), 79–83. https://doi.org/10.35912/yumary.v4i1.2521

Gule, Y. (2022). Analisis peran pemuda Kristen dan Katolik dalam membangun spiritualitas di era digital. JPAK, 22(2), 175–184. https://doi.org/10.34150/jpak.v22i2.414

Gulo, E. (2022). Studi kualitatif pemanfaatan media digital dalam pelayanan gereja. Hineni, 2(1), 19–25. https://doi.org/10.36588/hjim.v2i1.188

Gultom, J. (2021). Penggembalaan yang efektif bagi generasi milenial di era society 5.0. Shift Key, 11(2), 95–108. https://doi.org/10.37465/shiftkey.v11i2.197

Gultom, J. (2022). Misi gereja dalam pengembangan praktik penginjilan pribadi dan pemuridan generasi Z. Manna Rafflesia, 9(1), 18–36. https://doi.org/10.38091/man_raf.v9i1.241

Gultom, J., Novalina, M., & Prasetya, D. (2022). Kepemimpinan pelayan dalam membangun lifestyle spiritual generasi digital. Epigraphe, 6(1), 33–50. https://doi.org/10.33991/epigraphe.v6i1.341

Gultom, P. (2023). Pemuridan bagi apologetika kaum awam di era digital. Jurnal Teologi Berita Hidup, 6(1), 234–248. https://doi.org/10.38189/jtbh.v6i1.419

Harefa, N., Waruwu, S., & Gea, L. (2023). Gereja tanpa pemuda, dapatkah bertumbuh? Hineni, 2(2). https://doi.org/10.36588/hjim.v2i2.268

Hattu, J. (2022). Potret pendidikan Kristiani dalam konteks bergereja di Indonesia pada masa pandemi COVID-19. Bia, 5(1), 115–134. https://doi.org/10.34307/b.v5i1.265

Hulu, B., & Sianipar, D. (2020). Analisis SWOT terhadap PAK dan implikasinya bagi strategi pertumbuhan gereja. Jurnal Shanan, 4(2), 208–221. https://doi.org/10.33541/shanan.v4i2.2238

Hyun, C., et al. (2021). Dampak pandemi COVID-19 terhadap manajemen sekolah minggu Korea di Indonesia. JOHME, 5(1), 61. https://doi.org/10.19166/johme.v5i1.2794

Iwamony, R. (2020). Narkoba dan dunia malam adalah fenomena. https://doi.org/10.31219/osf.io/g2z7n

Joseph, P., & Boiliu, F. (2021). Peran pendidikan agama Kristen dalam penggunaan teknologi pada anak. Edukatif, 3(4), 2037–2045. https://doi.org/10.31004/edukatif.v3i4.1115

Lim, B. (2022). Towards an intergenerational worship-based integrative church. Veritas, 21(2), 265–281. https://doi.org/10.36421/veritas.v21i2.582

Liu, D., et al. (2022). Pembangunan iman dan pembangunan fisik jemaat terpencil. Abdi, 4(2), 394–401. https://doi.org/10.24036/abdi.v4i2.352

Logo, C. (2022). Merangkul ibadah virtual/online. Bia, 5(1), 33–51. https://doi.org/10.34307/b.v5i1.309

Unduhan

Diterbitkan

2026-03-30

Cara Mengutip

Dampak Digitalisasi terhadap Pertumbuhan Iman Pemuda GKLB Jemaat Imanuel Asaan: Studi Kualitatif Deskriptif. (2026). Phos Φ, 2(1), 41-50. https://journal.ibas.us/index.php/Phos/article/view/65

##plugins.generic.shariff.share##

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

Artikel Serupa

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.